Take a fresh look at your lifestyle.

DS Kerja Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Serta RS AMC Bandung

DS Kerja Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Serta RS AMC Bandung – Polda Ja-bar menangkap DS pemilik account Facebook ‘Dodi Suardi’ seseorang dokter gara-gara mengupload bab remaja meninggal ditembak polisi. Polisi sayangkan tindakan dokter itu.

” Kebetulan DS ini yaitu seseorang dokter pakar kebidanan serta seseorang doktor S3 mengajar di salah satunya perguruan tinggi di Bandung. Jadi yang perihal tidak hanya mengajar di perguruan tinggi Kota Bandung, ini praktiknya di rumah sakit tenar di Kota Bandung. Jadi beliau mengajar serta miliki keterampilan di kebidanan, ” tutur Direktur Reserse Kejahatan Spesial Polda Ja-bar Kombes Samudi di Mapolda Ja-bar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/5/2019) .

Pelacakan di account Facebook-nya, DS tertulis kerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin serta RS AMC Bandung. Sesaat mengajar, terdaftar DS mengajar di Fakultas Kedokteran Kampus Padjajaran.

Samudi sayangkan atas tindakan dokter itu. Menurut Samudi, tak selayaknya dokter ditambah lagi dosen pengajar memberikan kontent hoax di medsos.

Dikarenakan, kata Samudi, upload yang dijalankan DS dapat menimbulkan kedengkian orang pada instansi Polri.

” Kita sayangkan yang semestinya beliau ini kan dokter serta doktor pengajar semestinya menolong pemerintah, aparat keamanan dalam soal memberikannya penyejukan, pandangan serta edukasi ke orang pemakai medsos, ” tuturnya.

” Harusnya kalaupun ada berita yang tak benar, ini berbagi dahulu, namun janganlah dishare, janganlah ini berita-berita yang tak jelas, belum pasti kebenaran, ini langsung diberi tambahan serta diberikan bumbu lantas di sharing. Kalaupun infonya tak benar dapat mengundang apriory kedengkian serta amarah, ” kata Samudi memasukkan.

DS diamankan barisan Direktorat Reserse Krimibal Spesial Polda Ja-bar pada Senin (27/5) waktu lalu. Dalam unggahannya lewat account Facebook-nya ‘Dodi Suardi’ aktor menyebutkan ada remaja 14 tahun yang meninggal ditembak polisi.

Mengenai upload yang dicatat DS di akunnya pada 26 Mei 2019 adalah :

” Ini malam Allah menyebut hamba-hamba yang dikasihinya. Seseorang remaja tanggung, memakai ikat pinggang berlogo osis, di antar ke posko mobile ARMII dalam keadaan bersimbah darah. Waktu di letakkan distretcher ambulans, tak ada tanggapan, nadi lantas tak teraba. Team medis selekasnya mengerjakan resusitasi. Keadaan sangatlah berat sampai anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Team medis yang membantu tidak mampu meredam air mata. Kematian anak selamanya tersisa trauma. Gak terbersit perasaan orangtuanya. . . . Korban Tembak Polisi, Seseorang Remaja 14 Tahun Meninggal, ” catat DS.

You might also like