Take a fresh look at your lifestyle.

Kekerasan Suami Istri Dapat Dipicu Dari Hubungan Seksual

Kekerasan Suami Istri Dapat Dipicu Dari Hubungan Seksual – Seseorang istri membacok suaminya menggunakan kapak karena dipacu permasalahan seksual. Sang istri disebutkan depresi sebab disuruh terkait tubuh walau barusan melahirkan. Lalu, bagaimana angka kekerasan yang dikarenakan oleh permasalahan seksual?

Sekarang ini, didapati sang istri bernama Aminah (43) masih jalani kontrol di Mapolsek Cikidang, Resor Sukabumi. Ibu tiga anak itu sangat terpaksa bermalam di ruangan tahanan polsek. Aminah punyai urusan dengan polisi gara-gara membacok suaminya, Maman.

Polisi menjelaskan masalah ini dipacu oleh Maman yang sering minta jatah terkait tubuh dengan suaminya. Aminah yang baru saja melahirkan awalannya masih layani suaminya, tetapi pada akhirnya depresi sebab tidak ada pergantian perilaku.

“Ada narasi ia itu barusan melahirkan serta belum KB, sesaat suaminya meminta jatah ’emen’ terus. Ia masih layani suaminya, pada akhirnya keadaannya depresi sebab capek yang berbuntut pada insiden pembacokan,” tutur Kapolsek Cikidang AKP Sunarto pada detikcom di ruangan kerjanya, Senin (15/7/2019).

Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga serta Angka Kasusnya

Berkaca pada masalah di atas, Aminah memang aktor dalam momen pembacokan itu. Tetapi, bila didasarkan pada info polisi masalah pemicu berlangsungnya pembacokan, karena itu dapat disebutkan Aminah terlebih dulu jadi korban KDRT.

Trend KDRT di Indonesia memang tunjukkan korbannya ialah wanita. Berdasar Catatan Kekerasan Pada Wanita Tahun (Catahu) 2018 yang dikeluarkan oleh Komnas Wanita, pada ranah KDRT/RP (Ranah Personal) kekerasan yang paling mencolok ialah kekerasan fisik 3.927 masalah (41%), diikuti kekerasan seksual sekitar 2.988 masalah (31%), psikis 1.658 (17%), serta ekonomi 1.064 masalah (11%).

Permasalahan berkaitan kekerasan di rumah tangga telah ditata dalam UU No 23 Tahun 2004 Mengenai Penghilangan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Satu diantara type kekerasan yang dilarang adalah kekerasan seksual. Berkaitan kekerasan seksual ini, ditata dalam masalah 8:

Kekerasan seksual seperti disebut dalam Masalah 5 huruf c mencakup:
a. pemaksaan hubungan seks yang dikerjakan pada orang yang tinggal dalam cakupan rumah tangga itu;
b. pemaksaan hubungan seks pada salah seseorang dalam cakupan rumah tangganya dengan orang untuk arah komersial serta/atau arah tersendiri.

You might also like