Take a fresh look at your lifestyle.

PKL Cihampelas Tutup Dipicu Turunnya Omzet

PKL Cihampelas Tutup Dipicu Turunnya Omzet – Sejumlah besar PKL di Teras Cihampelas tinggalkan tempat berjualannya. Mereka merintih penghasilan semakin menyusut sebab sepi pengunjung.

Seperti yang dikatakan oleh satu diantara pemilik kios pakaian, Esih. Dia akui pendapatannya sekarang menyusut benar-benar jauh dibanding waktu dia berjualan di ruang bawah skywalk Cihampelas.

“Saat ini omsetnya alami penurunan mencolok, ya sampai setengahnya menyusut ialah. Terkadang tidak ada penglaris justru. Karena itu ini banyak yang sudah tidak jualan sebab rugi ,” tutur Esih (38), pada detikcom pada Senin (15/07/19).

Teras Cihampelas mempunyai panjang teras 450 mtr. serta lebar 9 mtr.. Sebelumnya ada 192 PKL yang berjualan di sini. Mereka pindahan dari PKL dibawah. Pengamatan detikcom, sekarang hampir 1/2 kios di Teras Cihampelas terkunci rapat.

Tidak hanya sepi pengunjung, keamanan lokasi Teras Cihampelas dirasakan beberapa pedagang. Menurut Esih, beberapa pedagang sudah sempat kehilangan barangnya.

“Dua bulan kemarin jualan saya ada yang nyuri, 6 kg pakaian hilang, 7 kios lain kecurian,” sambung Esih.

Tidak itu saja, masalah kenyamanan lokasi PKL itu dirasakan pedagang yang lain, Gumilar. Jika turun hujan, tidak ada pengunjung yang naik. Begitupun jika panas terik. Karena itu pedagang berinisiatif untuk menutupi sisi atas dengan terpal biru.

“Sebenernya pemerintah melarang pakai terpal kaya gini tuturnya jadi kotor, hanya kami semua setuju pakein terpal ingin bagaimana kan takut kehujanan, permasalahannya tak ada jalan keluar dari pemerintahnya,” tutur Gumilar, pedagang souvenir jaket di Teras Cihampelas.

Pada awal pembangunan Teras Cihampelas ini benar-benar ramai didatangi oleh warga. Tetapi lama kelamaan ketertarikan masyarakat makin sedikit. Di zone souvenir juga terpantau benar-benar sepi, cuma 5-10 pedagang yang masih buka kiosnya. Sedang di zone kuliner, semakin banyak pedagang yang berjualan meskipun sepi pengunjung.

“Saya sudah jualan hampir 5 tahun, dipindahin kesini (Teras Cihampelas) cocok 2017. Beda sekali waktu jualan dibawah dapat ramai sampai malem, saat ini mah gak nentu setiap bulan pendapatannya berapakah,” sambung Gumilar.

Beberapa pedagang pilih untuk berjualan pada hari Sabtu serta Minggu saja sebab semakin lebih ramai dari hari biasa, meskipun tidak seramai dahulu waktu awal Skywalk ini dibuka.

“Saya pinginnya kaya waktu awal ini dibuat banyak yang beli, tidak pahami mengapa saat ini sepi gini. Mudah-mudahan pemerintah dapat perduli sama kami, bagaimana triknya agar ini disukai sama warga,” tutur Wahid, penjual souvenir yang lain.

You might also like